Sebamed Clear Face Anti-Pimple Gel

Setelah menjadi vegan banyak masalah kesehatan saya yang hilang dengan sendirinya, termasuk masalah-masalah kulit. Dulu waktu awal-awal saya memasuki masa puber, wajah saya tidak pernah luput dari yang namanya jerawat. Mau itu yang besar dan memerah maupun yang kecil-kecil yang suka dikenal juga dengan istilah “bruntusa. Sebagai gadis yang bakatnya adalah merasa insecure, langganan jerawat dan komedo sama sekali tidak membantu. Apalagi dengan teman-teman di sekolah, termasuk lawan jenis, yang bahkan mengata-ngatai saya.

Di usia remaja saya jadi terobsesi dengan produk perawatan kulit serta produk-produk kecantikan. Memiliki jadwal skin care routine yang ketat membantu saya menyembuhkan beberapa masalah kulit saya di masa remaja. Tapi harganya gak murah, memang dan menghabiskan banyak waktu.

Ketika saya jadi vegan, secara perlahan kulit saya memperbaiki dirinya sendiri dan secara perlahan juga saya mulai melepas keterikatan saya dengan puluhan produk perawatan kulit (terutama yang melakukan animal testing). Akhirnya saya hanya membeli beberapa produk dari merk yang saya percaya dengan nilai-nilai saya serta yang menurut saya penting. Masalah jerawat saya berkurang drastis, hanya muncul ketika saya banyak makan vegan junk food atau sedang masa PMS. Komedo pun tidak sebanyak dan separah dahulu.

Nah, jadi kenapa, nih kali ini tetap bahasnya obat jerawat? Karena tetap saya harus punya pegangan kalau-kalau tiba-tiba muncul lagi jerawatnya. Dulu saya pakai obat jerawat dari Clean & Clear sebetulnya. Saya pakai itu dari masa SMA. Tapi karena Clean & Clear melakukan animal testing, saya berhenti membeli. Di sisi lain obat jerawatnya pun tidak selalu efektif. Saya lupa apa pernah tulis review-nya apa belum, ya? Pokoknya dulu saya beli terus karena saya malas coba-coba yang lain lagi.

Setalah tahu merk Sebamed itu tidak melakukan animal testing dan saya cocok pakai face toner-nya, saya pikir coba aja, deh beli obat jerawatnya juga buat pegangan.

Sebamed Clear Face Anti-Pimple Gel
Sebamed Clear Face Anti-Pimple Gel

Bentuk packaging-nya mirip lip balm jadi hati-hati jangan sampai tertukar ya pas mau pakai. Hahaha. Isi produknya teksturnya benar sepeti gel dan warnanya bening. Saya tidak mencium ada bau menyengat sih dari produknya. Dan kalau dipakaikan ke kulit tidak terasa efek apapun. Beberapa obat jerawat ada yang berbau menyengat atau pas dipakai terasa pedas atau dingin ke jerawat atau kulitnya. Kalau Sebamed Clear Face Anti-Pimple Gel ini yang terasa hanya rasa basah aja di kulit kalau dipakai.

Sebamed Clear Face Anti-Pimple Gel
Sebamed Clear Face Anti-Pimple Gel

Harganya sekitar Rp 100.000,- dengan isi 10 ml. Memang untuk kebanyakan orang pasti rasanya mahal, ya. Tapi menurut saya pantas, sih. Bulan lalu sempat saya sedang gak terlalu sehat, nih badannya jadi memang jerawat-jerawat mulai bermunculan. Dan karena sedang PMS juga, muncullah calon-calon jerawat besar di area dagu dan mulut (tanda hormonal sedang tidak seimbang). Akhirnya sebelum jerawatnya semakin besar kemudian meletus dan jadi noda di kulit, saya cepat-cepat oles anti-pimple gel dari Sebamed ini. Sedikit aja oles-oles di atas jerawatnya tapi rutin setiap pagi dan malam saya pakai.

Sebamed Clear Face Anti-Pimple Gel
Sebamed Clear Face Anti-Pimple Gel

Setelah sekitar 5 hari pakai, calon-calon jerawat ini udah gak terasa sakit bahkan beberapa terasa sudah hilang. Akhirnya jerawat-jerawatnya sama sekali tidak pernah muncul ke permukaan. Jadi menurut saya, sih obat jerawat ini sangat efektif untuk pertolongan pertama pada jerawat. Sesuai dengan apa yang mereka tulis di packaging-nya memang.

Kekurangannya mungkin justru ada di packaging-nya ini, ya. Masalah mirip lipbalm sih saya gak masalah sebenarnya. Tapi kalau tutupnya baru dibuka, isi produknya suka langsung mudal keluar dan kadang jadi banyak produk yang terbuang karena itu. ‘Kan sayang ya sudah mahal-mahal terbuang percuma karena produknya keluar dengan sendirinya bahkan sebelum saya tekan bagian bawahnya. Saya pun tidak bawa-bawa produk ini selalu saya simpan di meja rias saya dengan posisi tutupnya menghadap ke atas. Jadi saya tidak paham juga kenapa masih bisa mudal begitu. Jadi kalau mau pakai agak harus selera fast furious gitu jadi buru-buru buka dan langsung cepat-cepat tutup juga. Tapi untuk kualitas produk, sih menurut pengalaman saya sangat memuaskan.

Sebamed Clear Face Anti-Pimple Gel
Sebamed Clear Face Anti-Pimple Gel

Ada yang pernah pakai obat jerawat ini juga? Atau ada yang punya rekomendasi obat jerawat merk lain yang dirasa ampuh? Saya mau coba juga, sih selama dari cruelty free brand I’m all for it.

Ada yang bilang pakai madu atau bawang putih bantu untuk menyembuhkan jerawat. Saya belum pernah coba, sih walau itu terdengar lebih alami, ya. Hehe.. Ada yang punya pengalaman menyembuhkan jerawat secara alami?

Advertisements
Sebamed Clear Face Anti-Pimple Gel

Indoganic Lavender Essential Oil

lavender-essential-oil

Setelah bahas soal cedarwood essential oil sebelumnya, sekarang kita bahas soal salah satu essential oil yang paling terkenal: lavender. Masih sama saya beli dari Indoganic (IG: @indoganic) sekaligus waktu saya memesan cedarwood essential oil waktu itu. Kenapa saya memilih dua jenis minyak astiri ini dikarenakan keduanya aman digunakan dekat hewan peliharaan, atau dalam kasus saya, kucing.

Untuk beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membeli minyak astiri sudah saya tulis ya di review soal cedarwood essential oil. Nah, apa saja manfaat-manfaat dari Lavender atau Lavundula essential oil ini? Salah satunya adalah untuk relaksasi atau menurunkan level stres. Untuk saya yang mudah tertekan dan stres, Lavender EO ini sangat membantu. Lavender essential oil pun bermanfaat untuk melindungi seseorang untuk melawan gejala diabetes, meningkatkan fungsi otak, menginkatkan kualitas tidur, bantu mempercepat penyembuhan luka dan luka bakar, mengurangi jerawat dan masalah kulit, memperlambat penuaan karena kandungan antioksidannya yang tinggi, melegakan rasa sakit, serta meringankan sakit kepala.

health-benefits-lavender-essential-oil.jpg
manfaat Lavender essential oil

Peringatannya sama, ya: JANGAN DIKONSUMSI ORAL / DIMAKAN. Saya pernah lihat beberapa orang menyarankan pemakaian essential oil yang berbahaya seperti ditempelkan ke bagian atap mulut atau bahkan mungkin diteteskan ke minuman. Saya sarankan jangan mencoba baik merk apapun atau bahan apapun. Daripada menyesal baiknya ikuti saja ketentuan cara pemakaian yang paling aman, ya.

Bagaimana biasanya Lavender essential oil ini digunakan?

Lavender-essential-oil

Itu beberapa cara yang bisa dipakai untuk menggunakan Lavender essential oil. Untuk pemakaian secara langsung ke kulit pun ada baiknya dihindari karena essential oil atau minyak astiri merupakan konsentrat. Walau sifatnya alami dan 100% dari tumbuhan, tidak berarti ia 100% aman. Ada baiknya agar terhindar dari efek samping, minyak astiri yang akan digunakan langsung ke kulit dicampurkan dengan jenis minyak campuran yang aman ke kulit seperti VCO (virgin coconut oil) atau EVOO (extra virgin olive oil).

Indoganic Lavender Essential Oil
Indoganic Lavender Essential Oil

Saya beli ukuran 5 ml dulu, ukuran terkecil, dari Indoganic. Negara asal dari minyak astiri Lavender yang dijual Indoganic ini adalah dari Prancis. Wanginya manis dan sangat sangat menenangkan. Saya pakai untuk difuser, dibakar dengan air matang di pembakaran aromatherapy dengan lilin, sebagai pewangi cucian baju (serta untuk membunuh kuman dan bakteri di pakaian), dicampur dengan cuka dan cedarwood EO untuk spray anti-kutu di bagian-bagian rumah, serta untuk mengepel rumah. Hasilnya rumah wangi, bebas serangga (termasuk nyamuk karena nyamuk tidak suka), dan bersih. Mengganti banyak produk kebersihan rumah dengan essential oil selain lebih aman dan sehat juga lebih ramah lingkungan. Dan ukuran 5 ml ini lama habisnya lho walau dipakai macam-macam. Soalnya ‘kan setiap pemakaian hanya beberapa tetes sudah cukup.

Indoganic Lavender Essential Oil
Indoganic Lavender Essential Oil

Negara asal dari minyak astiri berbeda-beda dan jenis-jenis setiap pohonnya bisa berbeda juga. Perbedaan tersebut menghasilkan wangi dan kualitas yang berbeda juga. Dan biasanya kalau negara sumbernya sama, isinya kurang lebih sama karena produsennya biasanya sama. Jadi kalau saya mau coba essential oil lain, saya gak akan cuma beli dari penjual yang berbeda saja tapi tentunya cari yang negara asal maupun sumber dari spesies tanaman yang berbeda.

Indoganic Lavender Essential Oil
Indoganic Lavender Essential Oil

Kucing-kucing saya juga menyukai wangi dari lavender ini. Kalau saya pasang misty fan di rumah (difuser dengan kipas angin) yang di airnya sudah dicampur lavender EO ini, setelah 10 menit mereka akan jadi lebih tenang dan kemudian tidur nyenyak. Nyamuk-nyamuk pun gak ganggu jadi menurut saya ini win win banget. Untuk yang insomnia juga bisa banget pakai ini pasti tidurnya jadi nyenyak.

Beberapa waktu lalu kenalan saya ada yang anaknya terkena cacar air. Dia bercerita anaknya kesakitan sampai nangis dan bekas-bekas cacarnya membuat mamanya ngilu takut berbekas. Saya kemudian menyarankan untuk dia membeli lavender essential oil (merk apa saja) dan teteskan di air mandi anaknya. Kemudian mandikan anaknya seperti biasa. Dia lakukan dan setelah satu minggu anaknya sudah mau sembuh dari cacar, bekasnya hanya sisa sedikit, dan anaknya berhenti menangis karena sudah tidak sakit. Bahkan anaknya jadi bisa tidur dengan nyenyak setelah suka dimandikan dengan air yang dicampur beberapa tetes lavender EO.

Indoganic Lavender Essential OIl
Indoganic Lavender Essential OIl

Sejauh ini saya suka dengan essential oil Lavender dari Indoganic ini. Saya sudah habis 1 botol ukuran 5 ml dan sedang memesan ukuran 10 ml lagi bareng dengan yang cedarwood. Apa ada yang mau rekomendasi minyak astiri Lavender merk lain yang menurut kalian enak banget?

Indoganic Lavender Essential Oil

Organic Care Heat Protect Shampoo

Woot woot! Kembali, ah mau cerita-cerita soal produk yang saya pakai. Kali ini tentang shampoo lagi, saudaranya dari Organic Care Normal Balance Shampoo yang pernah saya bahas juga. Kali ini edisi yang Heat Protect.

Edisi Heat Protect ini, seperti judulnya ya untuk melindungi rambut dan kulit kepala dari panas. Saya sempat beberapa kali beli edisi ini di masa saya sedang sering pakai catokan. Rambut saya lurus lemes jadi seringkali perlu catokan supaya bantu lebih ngembang (walau ujung-ujungnya gak ngaruh huhuu). Tapi tetep ya efek panas catokan gak bagus ke kesehatan rambut. Makanya saya beli shampoo ini. Ini juga oke untuk yang sering keringin rambut pakai hair dryer, nih.

Organic Care Heat Protect Shampoo
Organic Care Heat Protect Shampoo

Sudah cukup lama pakai shampoo dari Organic Care, saya sempat “ngeh” ada masa di mana mereka sepertinya mengubah sedikit formula di dalam produknya. Dulu awal-awal saya pakai sebetulnya busa dari produk tidak terlalu banyak dan produknya gak wangi (malah cenderung agak “bau”, in a good way, ya jadi baunya gak umum maksudnya). Tapi sekarang shampoo mereka lebih berbusa dan wangi. Bahkan sebelum tahun baru kemarin saya sempat ke salon (akhirnya) untuk potong rambut. Sebelum rambut saya dikeramasin tetehnya, dia bilang ke saya kalau rambut saya masih wangi shampoo. Padahal itu udah siang bolong dan saya keramas malem sebelumnya. Udah lewat lebih dari 12 jam. Masih nempel wanginya.

Untuk yang Heat Protect ini, teksturnya lebih thick. Kerasa pas keramas, apalagi kalau biasanya sudah pakai yang Normal Balance yang rasanya ringan dan fresh. Yang ini lebih berat ke rambut. Wajar saja beda, termasuk wanginya, karena kandungannya pun beda (‘kan fungsinya juga beda). Yang langsung saya rasakan efeknya setelah pemakaian adalah rambut saya lebih berat. Memang ditujukan untuk mengembalikan kelembaban rambut yang baru terkena panas berlebih, maka sepertinya shampoo ini dibuat dengan kandungan untuk membuat rambut tidak kering. Jadi, untuk yang rambutnya suka kering dan suka pakai catokan atau hair dryer serta yang kerjanya sehari-hari di bawah terik panas matahari, cocok pakai ini. Tapi untuk yang rambutnya super kering, setahu saya Organic Care punya variant satu lagi yang untuk rambut ekstra kering. Jadi untuk yang ini, sih untuk yang kadang kering kadang biasa aja kali, ya, menurut saya. Hehe..

Organic Care Heat Protect Shampoo
Organic Care Heat Protect Shampoo

Produk asal Australia ini bisa dibilang sukses melindungi rambut saya dari kerusakan fatal. Rambut saya panjang jadi sangat mudah untuk kering di bagian ujung apalagi setelah pemakaian catokan. Shampoo ini dan masker rambut buatan sendiri sukses melindungi rambut saya. Namun wajar saja kalau setelah lama tidak dipotong, bagian ujung rambut akan mulai kering walau sudah dirawat sedemikian rupa. Biasanya ketika ujung-ujung rambut mulai mengering ini lah saya dengan terpaksa harus nyalon untuk potong rambut. Tahun 2017 dengan sukses saya lalui hanya dengan 2x pergi ke salon.

Organic Care Heat Protect Shampoo
Organic Care Heat Protect Shampoo

Seperti biasa tentunya saya selalu mendukung vegan product yang juga cruelty free, karena vegan bukan hanya tentang apa yang dimakan tapi juga tentang gaya hidup. Seperti yang bisa dilihat di atas, shampoo ini berpegang pada nilai-nilai lainnya juga yang (sepertinya) lebih positif untuk lingkungan. Sebetulnya kalau benar-benar mau zero waste atau minimalist, sih shampoo-nya gak beli yang pakai botolan sekali pakai begini kali, ya. Tapi saya juga belum terlalu paham, sih soal minimalist dan zero waste living. Kalau ada yang tahu bisa tolong kasih komentar, ya jadi keramasnya pakai apa. Apa ada yang jual shampoo vegan yang bisa di-refill dan pakai botol kaca? Hehe.. Kalau belum ada bisa jadi ide untuk kalian yang mau berbisinis dengan idealisme di kota masing-masing, lho.

Organic Care Heat Protect Shampoo
Organic Care Heat Protect Shampoo

Itu kandungan dalam produk Organic Care Heat Protect Shampoo ini. Sekali lagi, saya, sih kurang paham, ya hehe tapi kalau di antara pembaca ada yang mengerti dan menyadari ada kandungan-kandungan yang dirasa aneh, bisa tulis saja di kolom komentar, ok.

Organic Care Heat Protect Shampoo
Organic Care Heat Protect Shampoo

Ada yang bilang tidak boleh gunta ganti shampoo. Ada juga yang bilang bahkan untuk variant-nya pun tidak boleh ganti ganti. Sedangkan saya kerjaannya ganti-ganti variasi shampoo sesuai kebutuhan. Saya rasa sih tidak ada larangan ya dalam hal keramas. Jangan dibuat pusing. Menurut saya, sih ya perhatikan lah aktivitas kebiasaan kita sehari-hari, perhatikan apa dampaknya untuk kesehatan rambut, kemudian dengan begitu kita bisa mengetahui kebutuhan rambut kita apa. Dan yang kedua, jangan banyak pakai produk-produk dengan kandungan kimia yang keras. Apalagi ketika mulai bermasalah, baiknya mari kembali ke produk-produk yang lebih alami atau bahkan langsung yang mentah sekalian (bikin sendiri dari tanaman).

 

Organic Care Heat Protect Shampoo

Penutup #30HariBercerita 2018

IMG_20180202_090152_719

Gak sangka bisa selesai penuh juga ikut tantangan #30haribercerita bulan lalu. Awal ikut semangat dan banyak ide, di tengah bulan mulai sibuk sama aktivitas sampai gak ada ide dan mood untuk menulis. Tapi di akhir terkejar juga cicilan hutang menulisnya dan selesai ke-30 harinya. *yay me

Tulisan selama 30 hari di bulan Januari isinya hanya dialog antara 2 orang. Hampir semua tidak saya sebut gender, nama, panggilan, maupun identitas dalam bentuk apapun. Karena saya rasa, dialog seperti itu sedikit banyak terjadi di keseharian kita. Walau gak persis, sih… Tapi ada pasti kejadian dengan bahasa masing-masing. Atau mungkin terjadi di pikiran kita dengan diri sendiri.

Keseluruhan cerita saya tulis dengan 1 tema besar yang sama, yaitu hubungan manusia dewasa yang kompleks. Waktu kita kecil, saya rasa hubungan saya dengan sesama teman begitu sederhana. Kalau saya suka, saya main sama dia. Kalau gak suka, gak mau main sama dia. Nanti kalau seneng lagi sama dia, ya main lagi. Gak ada gengsi, gak ada pertimbangan, gak ada hitung-hitungan. Polos. Naif. Dan jujur. Suka dan tidak suka. Itu saja.

Tapi begitu dewasa, hubungan jadi begitu rumit. Tidak suka, tapi tetap bersama. Tidak cocok, tapi ada kebutuhan. Membenci, tapi juga rindu. Sedikit banyak saya gambarkan di dialog-dialog selama 30 hari kemarin di bulan Januari.

Apa saya menyesal menjadi orang dewasa dengan hubungan yang ribet begini? Syukurnya tidak. Karena di dasar semuanya itu, kita masih punya rasa kasih sayang. Sebetulnya, kita hanya anak-anak yang belajar soal hitung-hitungan dan gengsi. Tapi kita juga belajar untuk mempertahankan cinta. Menggalinya lebih dalam. Menyebarkannya lebih luas. Mungkin itu yang menjadikan seorang anak mekar menjadi manusia dewasa.

Selamat menyambut bulan Februari.
Kapan-kapan cerita-cerita lagi, ya..

Penutup #30HariBercerita 2018

30 Hari Bercerita – #30HBC1830 #30HBC18titik

IMG-20180130-WA0008

“Apa pernah sedikit saja kamu merasakan cinta padaku?”
“Ada. Di antara semuanya ini. Ada di sana. Detak-detaknya.”
“Dan di antara semuanya itu, ada dia. Yang kaupuja lebih kuat. Yang membuatmu berdetak lebih hidup.”
“Maafkan aku.”
“Aku hanya menyayangkan diriku. Untuk apa kalau begitu selama ini aku di sini?”
“Tak ada yang sia-sia. Waktuku bersamamu tak akan kulupakan. Semua begitu berharga. Kau membentukku. Kau membuatku berani.”
“Jangan mengasihani aku.”
“Seperti yang kaukatakan, pergilah. Ceritamu belum usai. Ini hanya titik koma.”
“Tidak. Akan kujadikan ini titik akhirku. Besok merupakan bab baru.”
“Ya.. lembaran baru.”
“Sampai jumpa.”
“Dan terima kasih.”

30 Hari Bercerita – #30HBC1830 #30HBC18titik

30 Hari Bercerita – #30HBC1829

IMG_20180130_160351_345

“Kita tidak akan ke mana-mana kalau kamu tidak mau memulai perubahan.”
“Aku berubah, hari ini aku sudah bisa membersihkan kamarku sendiri.”
“Di usia 25 tahun bisa membersihkan kamar setiap hari bukanlah pencapaian mengesankan. Walau itu baik, tapi ini terlalu lambat.”
“Jangan memaksaku berubah sesuai kehendakmu. Kau terdengar egois.”
“Kalau kau mau hidup sesukamu sendiri dan diterima apa adanya, tinggal saja sendiri di tengah lautan.”
“Mengapa kau bicara begitu?”
“Tidakkah kau pikir bahwa kau lah yang egois?”
“Kau tahu aku berusaha.”
“Kalau usahamu hanya bertambah 0.001% saja setiap harinya, aku harus menunggu hingga kapan? Kita tidak punya waktu yang panjang.”
“Mengapa kau begitu terburu-buru? Tarik nafasmu. Tenanglah.. Jangan terlalu tergesa-gesa.”
“Aku tergesa-gesa karena hampir segala asa dan harapanku akan habis. Aku coba menarikmu setiap hari dan kau hanya maju sedikit.”
“Kumohon..”
“Tidak banyak tenaga dan waktu yang tersisa hingga akhirnya genggamanku akan melepasmu.”

30 Hari Bercerita – #30HBC1829

30 Hari Bercerita – #30HBC1828 #30HBC18bergerak

IMG_20180129_190912_123

“Apa kabar? Ke mana saja kamu?”
“Baik. Aku di sini saja, kok.”
“Apa tidak bosan?”
“Aku pun ada bepergian juga di antaranya.”
“Wah, main terus, ya.”
“Pergi tidak harus selalu tentang bermain.”
“Kau tidak menanyakan bagaimana denganku?”
“Aku cukup tahu kabarmu dari melihatmu. Kau tampak sehat dan bahagia.”
“Kau tidak menanyakan apa yang kulakukan? Ke mana saja aku selama ini?”
“Aku tak perlu tahu kau bepergian ke mana saja dan aktivitasmu. Tapi aku cukup tahu kalau sifatmu tak banyak bergerak ke mana-mana. Dan itu lebih dari cukup informasi untukku.”
“Apa? Kau berubah menjadi menyebalkan.”
“Aku tidak menyebalkan. Aku hanya berhenti mengurusi urusan orang lain dan berhenti berbasa-basi tak perlu.”

30 Hari Bercerita – #30HBC1828 #30HBC18bergerak